Awal Februari menjadi awal yang kelam untuk dunia
pendidikan. Lagi-lagi dunia pendidikan telah ternoda oleh aksi seorang murid
yang menganiaya gurunya hingga meninggal. Tidak ada yang menyangka bahwa kamis,
1 Februari menjadi hari terakhir guru muda Ahmad Budi Cahyono menjadi hari terakhirnya mengajar,
mengabdikan diri untuk negeri ini.
Ahmad Budi Cahyono adalah guru muda honorer yang
mengampu pelajaran seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang. Saat jam pelajaran
seni rupa pukul 13.00 pak Budi mengajar di kelas XI, ada seorang anak bernama
Moh. Holili, dia selalu membuat keributan dikelas dengan mengganggu
teman-temannya mencoret-coret hasil karya mereka. Bahkan dia sampai tidur di
kelas tanpa menghiraukan gurunya. Akhirnya pak Budi menegur dia, dengan
memberikan coretan di pipi si murid
dengan cat lukis. Tetapi murid tidak terima dan memukuli pak Budi dengan
merajalela. Jika siswa yang lain tidak melerainya mungkin tidak akan berhenti. Akhirnya
pak Budi di bawa ke ruang guru dan menjelaskan duduk perkaranya kepada Kepsek. Saat
itu Kepsek tidak melihat luka di wajah dan kepala pak Budi dan mempersilahkan
pak Budi pulang lebih awal.
Aksi Moh. Halili tidak sampai disitu, dia menunggu pak
Budi keluar dari sekolah dan memukulinya lagi. Setibanya di rumah pak Budi
istirahat karna merasakan sakit pada leher. Selang beberapa saat pak Budi
merasakan sakit dikepalanya dan pingsan. Akhirnya pihak keluarga membawanya ke
rumah sakit dan dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo - Surabaya.
Menurut keterangan dari para guru yang saat itu berada
di RSUD Dr. Soetomo – Surabaya bahwa kondisi pak Budi kritis dan diagnose oleh
dokter mengalami MBA (Mati Batang Otak) dan semua organ dalam sudah tidak
berfungsi. Pada pukul 21.40 pak Budi dinyatakan meninggal dunia di RSUD Dr.
Soetomo.
Diusianya yang masih sangat muda, pengabdiannya
terhenti oleh aksi bejat seorang murid. Pak Budi meninggalkan seorang istri dan
anak yang masih dalam kandungan berusia 4 bulan. Pengabdianmu akan selalu kami
kenang. Selamat tinggal pak Budi jasamu untuk negeri ini tidak akan pernah
sia-sia.
Sumber:
Dilansir dari tribunnews.com (03/02/2018)
